Nyicip my.id gratisan

Dikit lagi 2019. Biasanya kalo tahun baru pasti ada sesuatu yang baru juga. Dalam hal ini alamat blog saya baru lagi hehehe. Saya juga selalu melakukan ‘ritual’ tiap kali alamat blog berubah. Ritualnya ya bikin postingan yang bertemakan alamat baru, ya seperti postingan ini.

Pergantian alamat blog (terakhir adalah ginzapark.wordpress.com kemudian saya hapus setelah import ke ginza.my.id selesai) kali ini berbeda dari biasanya. Berawal dari sesuatu yang tidak disengaja. Gara-gara nyasar gugling.

Jadi ceritanya saya sedang galau memilih ekstensi domain untuk proyekan ternak blog, galau memilih antara beberapa ekstensi domain Indonesia: .id, .co.id, .web.id, atau .my.id. Jadi lahirnya blog ini bukan karena gugling dengan keyword “cara bikin blog gratis”, “domain gratis”, “buat website gratis” atau sejenisnya, melainkan keyword geblek “web.id atau my.id”. Ketemulah postingan “MY.ID layanan blog dengan DOMAIN gratis“.

Ya daftar dong. Sotoynya saya, ini kan termasuk program pemerintah ya, jadi kalo untuk ukuran program pemerintah yang biasanya birokrasinya ribet, ini tergolong mudah. Detailnya ada di tautan di atas. Singkatnya:

  1. Bikin akun u.id
  2. Verifikasi email, nomor hp, NIK dan Kartu Keluarga
  3. Pilih nama domain sesuai selera, tunggu sekitar 15 menit untuk propagasi
  4. Selamat makan menikmati!

Haruskah bikin blog pribadi di my.id?

Jujur, saya senang karena nyasar dan akhirnya tahu kalau ada fasilitas seperti ini dari PANDI. Sementara ini merupakan solusi dari kebiasaan buruk saya yang suka gonta-ganti alamat blog. Kadang pakai .com atau ekstensi berbayar lain, kadang pake gratisan ala kadarnya di wordpress.com atau blogspot.com. Kalau pakai yang berbayar, selalu ada penyakit malas perpanjang. Kalau pakai yang gratisan, jadi kurang motivasi untuk bahkan sekadar login, apalagi nulis.

Harapan versi tidak tahu terima kasih ini: Wahai PANDI, tolonglah postingan ini diwaro, jadi ke depannya layanan keren ini bisa awet dan semakin bagus. Apalagi kalau menuruti semua kemauan saya, kekurangan yang saya sebutkan di bawah itu dibenerin semua.

*kemudian diblokir PANDI*

Kelebihan

1- Gratis.

Ramah untuk sobat misqin. Tidak tahu sih gratis sampai kapan, semoga selamanya ya 😀 Lumayan banget lho dapat domain dan hosting gratis. Daripada ngeluarin sekitar ratusan ribu rupiah per tahunnya untuk perpanjang domain dan hosting.

Kapasitas yang diberikan adalah sebesar 500MB (kalo lebih ya bayar). Sudah turah-turah untuk keperluan blog pribadi. Saat menulis postingan ini, total yang sudah saya pakai dari jatah tersebut adalah 5%. Masih jauh lah menuju 100%.

2- Lumayan fleksibel.

Seingat saya, di wordpress.com gratisan tidak diperkenankan mengubah struktur permalink. Ya itu yang saya ingat sih sementara ini. Nanti ditambahkan kalo ada lagi.

3- Ringkas.

Tidak berlaku untuk semua orang, tapi bagi saya iya. Saya bisa dapat alamat blog yang menurut saya cantik, hanya satu kata yang merupakan nama depan saya. Kalau di layanan blog gratisan lain (blogspot, wordpress.com, tumblr, dll.) mah boro-boro satu kata.

4- Tampak profesional tanpa modal.

Ada fitur email dengan custom domain juga lho tapi belum saya coba (karena gapunya mail server). Nanti saya update ok

Daripada email pribadi @gmail.com ye kaan *winkwink* ditaro di bio media sosial kan juga lebih berwibawa… FoR buSineSs inQuiRieS: eMaiL@naMaQu.my.id

Kekurangan

Belum 24 jam bermukim di sini, sudah komplain banyak. Dasar manusya.

1- Belum HTTPS.

Ayo dong PANDI berilah kami-kami ini SSL gratis hehe. Kan biar enak aja gitu di address bar, bukannya kaya begini yang muncul 🙁

eh atau jangan-jangan sudah bisa pakai https hanya saja perlu semedi/trik tertentu?

2- 504.

Servernya 🙁 Entah berapa kali saya harus refresh-refresh. Terlebih lagi saat proses import data dari blog lama ke blog baru ini. Bolak-balik timeout, alhasil corrupt dan gak tuntas proses importnya. Akhirnya hapus dulu manual semua data yang sudah ter-import, kemudian diulang lagi. Timeout lagi. Hapus lagi. Upload lagi. Gitu terus paling sekitar 4x sampek bosen.

UPDATE #1: Setelah agak lamaan dikit kok sudah tidak menjumpai 504 lagi ya. Mungkin kalo import content bakal menjumpai sih… Tapi, setidaknya waktu upload media, sudah wuz-wuz. Begitu juga saat mengakses blog ini.

UPDATE #2: Saya iseng ngukur kecepatan load laman ini. Hasilnya bisa kalian tengok di tautan berikut: GTmetrix. Menurut saya standar lah performa untuk shared hosting dan blog polosan tanpa tweak pakai cache plugin atau CDN. Kalo kata Google PageSpeed Insights: average.

3- Terbatas.

Upload media/file apapun dibatasi maksimal 1 MB. Gak bisa nambah plugin. Gak bisa nambah tema. Gak bisa pasang AdSense. Yakali broo dasar budak Google.

UPDATE: Saya udah tes ngasih kode iklan AdSense dan bisa gaes… 🤑

Tapi jangan lah gaes, di Syarat & Ketentuan katanya ga boleh ngiklan.

Saya menjumpai blog-blog yang terdaftar di my.id yang masang banner ke lapak toko online mereka.

4- Tidak anonim.

Ya bisa sih sebenarnya, saya sempat menjumpai rekan-rekan pengguna my.id lain yang…. semi anonim. Tapi kebanyakan baik nama pengguna maupun alamat blog menggunakan nama atau personal branding masing-masing.

Yaa kalo mau misterius dan anonim, ada jalan lain yang lebih bebas: beli domain dan hosting sendiri.

Kesimpulan

Udah lah bikin aja. Gratis ini. Lumayan tau buat naro CV atau portfolio kalian 😀 Bisa juga buat yang gemar ikut lomba blog… Kesannya lebih profesional dan personal juga, berkat my.id sebagai ekstensi domainnya.

Sekian dan terima kasih. Sampai jumpa lagi di postingan berikutnya, semoga masih dengan alamat blog yang sama, hehe.

3 thoughts on “Nyicip my.id gratisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *